Source Image: Setneg.go.id
SURABAYA, BEENEWS.CO.ID – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyampaikan bahwa Indonesia berhasil swasembada beras lebih cepat dari target sebelumnya.
“Swasembada pangan target bapak presiden, pertama kepada kami pada saat dilantik yaitu 4 tahun harus swasembada pangan khususnya beras. Kemudian setelah 21 hari, ada perubahan sedikit, target 4 tahun menjadi 3 tahun, setelah 45 hari, ada perubahan sedikit lagi dari target 3 tahun menjadi 1 tahun,” terang Amran, Kamis (9/10).
Dengan keberhasilan swasembada pangan ini, rencana ke depannya Indonesia tidak perlu lagi impor beras yang tentunya akan memberi keuntungan lebih pada petani dalam negeri.
“Alhamdullilah hari ini mudah-mudahan tidak aral melintang 2 bulan ke depan kurang lebih 3 bulan InsyaAllah Indonesia tidak impor lagi. Mudah-mudahan tidak ada iklim ekstrem kita swasembada,” imbuh Amran.
Amran juga mengakui bahwa sektor pertanian kini menyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar.
“Yang menarik adalah penyumbang PDB tertinggi pertama, itu jawara adalah pertanian. Dalam sejarah. Nah ini yang kita harus syukuri, bahwa pemimpin kita pro rakyat, peduli pada rakyat, apapun kami minta untuk kepentingan rakyat, beliau penuhi,” terang Amran.
Amran menjelaskan data pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian yang mencapai 10,52% pada Kuartal I 2025 dan terus meningiat hingga Kuartal II dengan total sumbangan kepada PDB senilai 13,83%.










