Keputusan Menkeu Tidak Menaikkan Cukai Rokok Dinilai Langkah Mundur

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (biro setpres)

 

JAKARTA, BEENEWS.CO.ID – Pegiat Perlindungan Konsumen dan Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi mengkritik keputusan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang tidak akan menaikkan cukai rokok pada tahun 2026. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan langkah mundur dalam upaya perlindungan kesehatan dan ekonomi masyarakat.

 

“Cukai itu instrumen kebijakan untuk melindungi masyarakat, atas dampak negatif barang yang dikenai cukai. Maka seharusnya Menkeu PYS tidak melakukan diskusi dengan industri rokok dalam mengambil/memutuskan kebijakan cukai rokok,” kata Tulus Abadi dalam keterangannya kepada beenews.co.id, Senin (29/9).

 

Ia menyebut keputusan ini bertentangan dengan amanat Undang-Undang Cukai yang mendorong kenaikan tarif hingga 57 persen. Kebijakan tersebut juga dianggap lebih mengutamakan kepentingan industri daripada masyarakat luas.

Baca Juga :  Kodim 1015/Sampit Berangkatkan Sebanyak 235 Calon Bintara dan Tamtama

 

Keputusan ini dinilai akan meningkatkan konsumsi rokok, termasuk di kalangan anak-anak, yang saat ini sudah mencapai angka prevalensi 7,1 persen. Hal ini disebut membahayakan masa depan generasi muda Indonesia.

 

“Tanpa ada kenaikan cukai, harga rokok akan makin murah dan terjangkau bagi masyarakat menengah bawah. Terbukti, menurut data BPS, 70 persen rumah tangga miskin penerima bansos justru mengalokasikan pendapatannya untuk membeli rokok antara 10-11 persen,” ujar Tulus Abadi.

Lihat Berita Terkait

Bukan HOAX Share Yuk!!!

Bagikan berita kepada kerabat dan teman di chat atau sosial media!

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Berita yang mungkin anda suka!