Salah seorang pria ditangkap kepolisian Australia atas tuduhan memasok senjata api ke TPNPB-OPM. (Pic: Kepolisian Federal Australia)
JAKARTA, BEENEWS.CO.ID – Kepolisian Australia menangkap dua pria asal Queensland dan New South Wales yang diduga memasok senjata api dan peralatan militer kepada Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). Kelompok ini sebelumnya menjadi sorotan internasional usai menculik pilot Selandia Baru, Phillip Mehrtens, pada Februari 2023.
Mehrtens disandera selama 592 hari setelah mendaratkan pesawat kecil di Bandara Paro, Papua Barat, dan dibebaskan pada September tahun lalu. Melalui penyelidikan antiterorisme lintas negara selama dua tahun, aparat Australia dan Selandia Baru mengklaim menemukan bukti yang menghubungkan kedua pria tersebut dengan aktivitas perdagangan senjata.
Keduanya menghadapi sejumlah dakwaan, termasuk konspirasi mengekspor senjata api dan suku cadang, penyediaan senjata ilegal, serta konspirasi mengekspor barang Tingkat 2 yang ancaman hukumannya maksimal 10 tahun penjara. Namun, juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, membantah keras tuduhan tersebut, dilansir dari BBC News Indonesia Sabtu (13/9).

Phillip Mehrtens disandera TPNPB-OPM
Barang Bukti yang Disita
Investigasi internasional ini dipimpin Tim Gabungan Antiterorisme Queensland yang beranggotakan Kepolisian Federal Australia (AFP), Kepolisian Queensland (QPS), dan Organisasi Intelijen Keamanan Australia, dengan dukungan Kepolisian Selandia Baru.










