Dampak perang Thailand-Kamboja. (Ist)
JAKARTA, BEENEWS.CO.ID – Pengamat kawasan Asia Tenggara sekaligus pendiri Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja, mengungkapkan bahwa ketegangan militer antara Thailand dan Kamboja bisa membawa konsekuensi serius bagi stabilitas regional.
Meski saat ini konflik masih berada pada tahap awal, potensi eskalasi tetap harus diwaspadai. Ia menyatakan bahwa proses perdamaian mengalami hambatan akibat kompleksitas politik dalam negeri Thailand. Sementara itu, ASEAN seolah kehilangan pengaruhnya dalam situasi ini.
Dinna menuturkan bahwa jalur diplomatik untuk meredakan konflik terganggu karena ketidakpastian politik yang melanda Thailand. Ia menyampaikan bahwa dari sisi Kamboja, termasuk seorang jenderal yang dekat dengan lingkaran mantan Perdana Menteri Hun Sen, merasa sulit membayangkan adanya dialog dengan Thailand karena tidak jelas siapa pihak yang berwenang untuk bernegosiasi.
Ketidakpastian itu disebabkan oleh ketegangan politik antara perdana menteri dan militer di Thailand. Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra sebelumnya menghadapi mosi tidak percaya dan kemudian ditangguhkan, setelah isi percakapannya dengan Hun Sen bocor ke publik dan memicu kemarahan militer. Situasi tersebut berujung pada munculnya penjabat perdana menteri.







