BPOM Surati Kominfo, Minta Hapus Link Penjualan Blackmores Vitamin B6 yang Picu Gangguan Saraf

Foto Ilustrasi (Unsplash/KseniaYakovleva)

 

JAKARTA, BEENEWS.CO.ID – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengirim surat resmi kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Kominfo) guna meminta penghapusan tautan penjualan suplemen Blackmores yang diduga memicu gangguan saraf pada konsumen di Australia.

 

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyatakan bahwa produk Blackmores tersebut tidak memiliki nomor izin edar di Indonesia. Namun, hasil temuan menunjukkan produk tersebut dijual secara daring melalui sejumlah platform e-commerce.

 

“Kami telah melakukan penelitian dan ternyata ada beberapa tempat yang menjual produk itu secara online. Kami bersurat ke Kementerian Komunikasi dan Digital untuk take down link-nya,” ujar Taruna di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (22/7), dikutip dari CNN Indonesia.

Baca Juga :  Malaysia Laporkan Korban Heatstroke, 2 Bocah Meninggal

 

BPOM juga menjalin koordinasi dengan lembaga regulator obat dan suplemen asal Australia, Therapeutic Goods Administration (TGA), guna memantau dan mendalami penanganan kasus tersebut.

 

Kasus ini mencuat setelah seorang warga Australia, Dominic Noonan-O’Keeffe, menggugat Blackmores melalui jalur hukum setelah mengalami gejala gangguan saraf yang diduga berasal dari konsumsi dua produk: Blackmores Super Magnesium+ dan Ashwagandha+ sejak Mei 2023.

 

Menurut pengakuan Dominic, kedua suplemen itu mengandung vitamin B6 dalam kadar yang sangat tinggi, bahkan mencapai 29 kali lipat dari batas asupan harian yang direkomendasikan. Beberapa bulan kemudian, ia mengalami gejala kelelahan ekstrem, nyeri saraf, gangguan penglihatan, hingga kesulitan berjalan.

Baca Juga :  Pemerintah Inggris Tunda Kontrol Impor Penuh dari Uni Eropa Pasca-Brexit hingga Januari 2024

Lihat Berita Terkait

Bukan HOAX Share Yuk!!!

Bagikan berita kepada kerabat dan teman di chat atau sosial media!

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Berita yang mungkin anda suka!

Berita Populer Bulan Ini