Mantan Ketum Kadin Urai Masalah Pertumbuhan Ekonomi: Pengangguran, Daya Beli Rendah, Preman

Mantan Ketum Kadin, Arsjad Rasjid. (Ist)

 

JAKARTA, BEENEWS.CO.ID – Mantan Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Arsjad Rasyid, mengurai berbagai persoalan yang menjadi penghambat tumbuhnya ekonomi Indonesia saat ini.

 

Pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan Presiden Prabowo sekitar 8% tampaknya masih jauh dari harapan. Pasalnya, untuk tahun 2025 ini saja, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya diproyeksikan tembus 4,7% saja. Namun Arsjad mengatakan bahwa persoalannya tidak hanya sebatas angka persenan pertumbuhan ekonomi tersebut.

 

“Fokus saat ini yang harus diperhatikan serius bukan hanya soal economic growth yang hanya 4,7 persenan, tapi adalah daya beli masyarakat yang terus menurun. Masyarakat bisa dikatakan tidak punya uang saat ini. Karena itu daya beli turun,” kata Arsjad, dikutip Minggu (20/7/2025).

Baca Juga :  Pengamat Kritik Kebijakan Jam Malam Dedi Mulyadi: Tidak Bisa Sama Setiap Daerah

 

Tidak hanya itu, menurut Arsjad, tantangan serius lainnya adalah jumlah pengangguran yang naik menjadi 7,28 juta orang. Ia menyebut tingkat pengangguran terbuka memang turun 4,7%, tetapi jumlah pengangguran justru naik menjadi lebih dari 7,28 juta orang.

 

“Yang lebih memprihatikan lagi adalah fakta bahwa hampir 60% angkatan kerja kita masih berada di sektor informal. Menjadi pertanyaan besar kemudian, apakah lapangan kerja mencukupi untuk memperbaiki keadaan?” kata Arsjad.

Lihat Berita Terkait

Bukan HOAX Share Yuk!!!

Bagikan berita kepada kerabat dan teman di chat atau sosial media!

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Berita yang mungkin anda suka!