Dampak serangan Iran ke Israel. (X/@tamtima)
JAKARTA, BEENEWS.CO.ID – Ekonom Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, membeberkan bahwa perang antara Iran dan Israel yang meletus sejak Jumat 13 Juni 2025 akan berdampak terhadap situasi ekonomi global. Ia mengatakan Indonesia tidak akan lepas dari dampaknya.
“Perang antara Israel dan Iran pada Juni 2025 telah mengguncang fondasi ekonomi global dan Indonesia tidak bisa berdiri diam seolah berada di luar pusaran. Ketika rudal saling menghujam dan Selat Hormuz terancam blokade, harga minyak langsung melonjak di atas 100 dolar per barel,” ujar Syafruddin, dikutip Selasa (17/5/2025).
“Ini bukan sekadar lonjakan biasa. Ini adalah alarm keras bagi negara-negara pengimpor energi seperti Indonesia. Kenaikan harga minyak otomatis memperbesar beban APBN lewat subsidi energi, memperlebar defisit transaksi berjalan, dan mendorong inflasi,” kata Syafruddin.
Lebih lanjut Syafruddin mengatakan bahwa dalam waktu dekat, pemerintah Indonesia akan menghadapi pilihan sulit, yakni menaikkan harga BBM atau menanggung ledakan subsidi yang menggerogoti anggaran pembangunan.
Di samping itu, Syafruddin juga menyoroti Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Menurutnya Trump sebagai pemimpin negara adidaya bisa mengambil langkah diplomasi. Namun, menurutnya Trump justru terlibat secara tidak langsung dalam meletusnya perang Iran melawan Israel ini.










