India Serang 9 Lokasi, Pakistan: Warga Sipil Jadi Korban.
Jakarta, BEENEWS.CO.ID – Kawasan Asia Selatan kembali memanas. India secara resmi melancarkan serangan militer terhadap Pakistan pada Rabu (7/5/2025), menyasar sembilan lokasi di wilayah Pakistan dan Kashmir yang dikuasai Pakistan. Operasi ini merupakan respons atas insiden teror mematikan di Pahalgam, Kashmir India, pada 22 April lalu.
Kementerian Pertahanan India, dikutip dari pernyataan resminya, menyebut operasi ini sebagai “Operasi Sindoor” dan mengklaim telah menargetkan infrastruktur yang digunakan untuk merencanakan serangan terhadap warga India.
“Tindakan kami terfokus, terukur, dan tidak bersifat eskalatif. Tidak ada fasilitas militer Pakistan yang menjadi sasaran,” tulis Kementerian Pertahanan India dalam keterangan tertulis, Rabu (7/5).
Dilansir dari akun resmi Angkatan Darat India di platform X, pihak militer menyatakan bahwa keadilan telah ditegakkan atas tragedi Pahalgam. “Keadilan Ditegakkan. Jai Hind!” tulis Angkatan Darat India dalam unggahan singkat.
Mengutip laporan CNN, serangan India menyasar lima lokasi utama, yaitu Kotli, Ahmadpur Timur, Muzaffarabad, Bagh, dan Muridke. Dua lokasi terakhir berada di Provinsi Punjab Pakistan, yang secara hukum tidak termasuk dalam wilayah sengketa seperti Kashmir.
Menurut laporan Geo News, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menyebut sedikitnya tiga orang tewas, termasuk wanita dan anak-anak. Selain itu, 12 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan militer India.
“India mengklaim telah menyerang kamp teroris. Ini tidak benar. Media internasional dapat mengunjungi tempat-tempat yang menjadi sasaran, yang sebenarnya adalah pemukiman warga sipil,” ujar Khawaja Asif kepada Geo News.
Serangan ini diduga dipicu oleh aksi kekerasan bersenjata di kawasan wisata Pahalgam, Kashmir yang dikelola India, pada 22 April lalu. Saat itu, kelompok bersenjata menembaki rombongan wisatawan, menewaskan sedikitnya 25 warga India dan satu warga Nepal.
Dikutip dari laporan media lokal India, saksi mata menggambarkan suasana mencekam. Pelaku menembaki korban dari jarak dekat, bahkan memilih target secara acak. Beberapa di antaranya disebut menuduh korban sebagai pendukung Perdana Menteri Narendra Modi sebelum menembak.
Kelompok The Resistance Front (TRF), yang diduga terkait dengan Lashkar-e-Taiba kelompok militan berbasis di Pakistan sempat mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Namun belakangan, kelompok tersebut menarik kembali klaimnya. Pihak berwenang India telah menetapkan tiga tersangka, dua di antaranya adalah warga negara Pakistan.
Pemerintah India sebelumnya telah menuduh Pakistan mendukung kelompok bersenjata lintas batas, tuduhan yang dibantah keras oleh Islamabad. Perdana Menteri India Narendra Modi kemudian memberikan “kebebasan operasional penuh” kepada militer untuk merespons insiden tersebut.
Eskalasi ini memperpanjang konflik lama antara India dan Pakistan terkait wilayah sengketa di Kashmir. India secara konsisten menuding Pakistan mendukung kelompok-kelompok teroris di kawasan Himalaya tersebut untuk merebut kembali wilayah yang disengketakan.
Ketegangan antara kedua negara bersenjata nuklir ini telah beberapa kali meningkat dalam sejarah, termasuk pada 2019 ketika India melakukan serangan udara ke wilayah Pakistan menyusul serangan terhadap pasukan militernya.










