Keterangan foto:
Foto illustrasi.
BEENEWS.CO.ID – Banyak orang mengira bahwa perut buncit hanya disebabkan oleh pola makan yang buruk atau kurang olahraga. Padahal, faktor psikologis seperti stres juga memainkan peran penting dalam penumpukan lemak di area perut.
Apa hubungannya stres dengan lemak perut?
Dalam kondisi stres, tubuh melepaskan hormon kortisol secara berlebihan. Kortisol inilah yang memicu tubuh menyimpan lemak, terutama di bagian perut. Hal ini dijelaskan oleh dr. Elvina Novita, Sp.KJ, spesialis kejiwaan, dalam sebuah seminar kesehatan mental di Jakarta. “Saat stres kronis, otak mengirimkan sinyal untuk menyimpan energi dalam bentuk lemak. Area perut menjadi sasaran utama,” ujarnya.
Kapan dampak stres mulai terlihat di tubuh?
Dampaknya tidak langsung terasa dalam hitungan hari. Namun, jika stres berlangsung lebih dari dua minggu tanpa manajemen yang tepat, tubuh mulai menunjukkan gejala seperti sulit tidur, nafsu makan berlebih, dan perlahan-lahan bertambahnya lingkar pinggang.
Siapa yang paling berisiko alami perut buncit akibat stres?
Mereka yang bekerja di bawah tekanan tinggi, tidak memiliki waktu istirahat cukup, serta cenderung mengekspresikan stres lewat makan berlebihan. Termasuk juga ibu rumah tangga dan mahasiswa yang menghadapi tekanan akademis atau emosional.
Di mana lemak akibat stres biasa menumpuk?
Penumpukan lemak paling sering terjadi di area perut bagian bawah, punggung bawah, dan sekitar pinggang. Hal ini juga berkaitan dengan gangguan metabolisme dan peningkatan risiko diabetes tipe 2.
Mengapa penting mengatasi stres demi kesehatan fisik?
Stres kronis tidak hanya berakibat pada kesehatan mental, tapi juga fisik. Dalam jangka panjang, stres bisa menyebabkan obesitas, tekanan darah tinggi, dan gangguan jantung. Karena itu, mengelola stres sama pentingnya dengan menjaga pola makan sehat.
Bagaimana cara mengatasi stres agar tidak bikin buncit?
Berikut beberapa langkah efektif:
-
Latihan pernapasan atau meditasi minimal 10 menit per hari
-
Olahraga rutin seperti jalan kaki, yoga, atau renang
-
Kurangi konsumsi gula dan kafein, yang memperparah stres
-
Tidur cukup (6–8 jam per malam)
-
Cari dukungan sosial, baik dari keluarga, teman, atau konselor profesional
“Kesehatan mental bukan cuma soal perasaan, tapi juga berdampak langsung ke tubuh. Termasuk bentuk tubuh kita,” tegas dr. Elvina.
Jadi, kalau Anda merasa perut makin membuncit padahal makan sudah dijaga, bisa jadi stres adalah penyebabnya.








