Proses Berpikir Matematika berdasarkan Prinsip Cognitive Load Theory

Keterangan foto:
Berimajinasi untuk memproses informasi baru
Oleh: Catherine Mentaya Kursius (Mahasiswa UMSA Semester 6 Prodi Pendidikan Matematika)

 

Proses berpikir sangat relevan dengan kemampuan memori untuk memproses informasi. Pemrosesan informasi merupakan aktivitas yang berlangsung di dalam otak untuk mengolah informasi baru, kemudian menyimpan informasi tersebut, dan selanjutnya memunculkan kembali informasi yang telah tersimpan jika dibutuhkan.

 

Setiap orang memiliki kemampuan memori yang berbeda serta memiliki keterbatasan dalam kapasitasnya. Ada orang yang memiliki kapasitas memori yang besar sehingga mampu memproses dan mengingat informasi dengan banyak tetapi beberapa orang memiliki memori yang lebih kecil. Kapasitas memori yang terbatas dapat menyebabkan beban ketika menerima banyak informasi.

Baca Juga :  PNBP: Senjata Sah Negara Melawan Pungli

 

Beban yang dialami seseorang dalam menerima informasi dijelaskan dalam Cognitive Load Theory (CLT). Cognitive load theory diperkenalkan pertama oleh John Sweller dan rekan-rekannya di Australia sekitar tahun 1980.

 

John Sweller ini sekaligus dikenal sebagai penemu Cognitive Load Theory. Cognitive Load Theory berkaitan dengan desain instruksional dan metode desain pesan yang secara efisien mengelola pemrosesan keterbatasan working memory juga memanfaatkan kemampuan long term memory untuk pembentukan skema dan meningkatkan pembelajaran intelektual serta kinerja tugas kognitif yang kompleks.

Lihat Berita Terkait

Bukan HOAX Share Yuk!!!

Bagikan berita kepada kerabat dan teman di chat atau sosial media!

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Berita yang mungkin anda suka!