Keterangan foto:
Sekelompok siswa sedang membaca informasi penting dari suatu masalah
Oleh: Catherine Mentaya Kursius (Mahasiswa UMSA Semester 6 Prodi Pendidikan Matematika)
Berpikir reflektif adalah proses berpikir dengan menghubungkan pengetahuan yang dimiliki dan yang sedang dipelajari dalam menganalisis masalah, mengevaluasi, menyimpulkan dan memutuskan penyelesaian terbaik terhadap masalah yang diberikan.
Terdapat tiga indikator atau fase berpikir reflektif:
1. Reacting, yaitu bereaksi dengan perhatian pribadi terhadap peristiwa atau situasi dan masalah matematis dengan berfokus pada sifat alami situasi tersebut.
2. Comparing, yaitu berpikir yang berpusat pada analisis dan klarifikasi pengalaman individual, makna, dan asumsi-asumsi untuk mengevaluasi tindakan-tindakan dan apa yang diyakini dengan cara membandingkan reaksi dengan pengalaman lain.
3. Contemplating, yaitu proses berpikir yang mengutamakan pembangunan pemahaman diri yang mendalam terhadap permasalahan dalam pembelajaran matematika.
Dalam proses berpikir reflektif, membaca menjadi kegiatan yang paling mendasar yang dilakukan siswa untuk mengetahui informasi yang belum mereka ketahui sebelumnya.
Membaca dapat membantu keberhasilan siswa dalam mempelajari berbagai bidang studi termasuk matematika. Untuk dapat memahami suatu teks bacaan dengan baik diperlukan kemampuan membaca pemahaman dengan baik.







