JAKARTA, BEENEWS.CO.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut masih menunggu momentum atau waktu yang tepat, antara mendukung Prabowo Subianto atau Ganjar Pranowo sebagai penerusnya. Itu diperlihatkan dengan statemen Jokowi “sabar dulu, nanti akan tiba pada waktunya” di rakernas Projo ke-6, sabtu (14/10).
Pengamat politik Muhammad Gumarang menyebut gestur Jokowi tersebut menunjukkan bahwa presiden masih menunggu waktu yang tepat antara Prabowo dan Ganjar.
“Kalau saya melihat perkembangan terakhir, nampaknya (Jokowi) masih dipersimpangan jalan. makanya tadi di acara rapimnas, rencana (akan) deklarasi kan, ternyata dia minta sabar,” kata Gumarang.
Dia mengatakan langkah Projo mendeklarasikan Prabowo seusai Rapimnas bukan merupakan kehendak Jokowi. Itu terlihat dari pindahnya acara ke Kertanegara, kediaman Prabowo. Namun pergerakan politik yang diterapkan,nampak semua pergerakan Projo dibawah kendali Jokowi dan di yakini atas dasar restu Megawati,karena bagian dari sebuah skanario politik menghadapi lawan.
“Sebagai personal, Jokowi kan belum memperlihatkan dukungan seperti Projo. Dia masih mencari momentum,” ucap Gumarang.
Dia menyebut sikap Jokowi perlu menunggu senin (16/10) besok untuk menentukan sikap. Jokowi perlu menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait batas usia capres-cawapres dari 40 menjadi 35 tahun yang tertuang dalam Pasal 169 huruf q UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
Jika pada akhirnya MK menurunkan batas usia atau memberi frasa baru dalam pasal tersebut untuk memuluskan jalan Gibran sebagai pendamping Prabowo, di situ Jokowi dapat mengambil sikap secara terang-terangan.
“Jokowi ingin melihat putusan senin. Baru jokowi akan menyatakan dukungan secara terang-terangan,” pungkas Gumarang.
(Fakhry)










