BEENEWS.CO.ID – Gempa bumi yang terjadi di Lembah Ouirgane, Maroko pada tanggal 8 September 2023 lalu, tidak mengakibatkan kerusakan pada penginapan Kasbah La Dame Bija yang berlokasi indah. Meskipun demikian, pemiliknya sekarang mengkhawatirkan proses pemulihan daya tarik wisata di wilayah tersebut.
“Gempa bumi merenggut nyawa dan menghancurkan desa-desa yang menjadi pondasi aktivitas pariwisata kami,” ujar Abderrahim Bouchbouk, pemilik guesthouse sembilan kamar yang sebelumnya dijalankan oleh kakeknya. Sabtu (16/9/2023)
Meskipun menghadapi tragedi kemanusiaan dengan lebih dari 2.900 nyawa melayang akibat gempa bumi, hal ini merupakan keprihatinan utama bagi semua pihak. Bagi wilayah yang bergantung pada kunjungan wisatawan yang menjelajahi lembah dan melintasi jalur gunung yang memukau, membeli kerajinan lokal, atau mengunjungi situs-situs yang kini hancur, masa depan ekonomi tampak suram.
“Tak ada wisatawan, tak ada pekerjaan, tak ada penghasilan,” ujar Mohamed Aznag, seorang pelayan di kafe di desa Tasa Ouirgane yang hancur berantakan. Ia kehilangan putrinya dalam gempa bumi dan kini mengkhawatirkan mata pencahariannya yang menopang keluarganya.
Dia berbicara sembari melihat reruntuhan guesthouse Dar Izergane, yang roboh akibat gempa, berdekatan dengan kafe yang kini kosong dan rusak tempat ia bekerja.








