Boronan Internasional, 19 Aset Fredy Pratama Disita di Banjarmasin

BANJARMASIN, BEENEWS.CO.ID – Polisi Daerah (Polda) Kalimantan Selatan menyita 19 aset Fredy Pratama, bos bandar narkoba asal Banjarmasin ini di bangunan restoran Shanghai Palace, Jalan Djok Mentaya, Kota Banjarmasin.

 

Di halaman yang sudah dibuat Police Line, Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel, AKBP Ernesto Saiser memberikan keterangan saat disiarkannya pada konferensi pers Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri di Jakarta.

 

“Lapor, bapak komandan bahwa disita sebuah gedung bangunan yang berfungsi tiga yaitu restoran Shanghai Palace, Hotel Mentaya Inn, dan Cafe Beluga, beserta aset tanah dan kendaraan BMW,” ungkap Ernesto kepada Beenews com, pada Selasa (12/9/2023) sore.

 

Ernesto membeberkan ada 13 aset lainnya juga yang disita. Dengan dibuat garis polisi dan menempelkan stiker Bareskrim Polri, dia menyampaikan sudah ditetapkan oleh Pengadilan Negeri Banjarmasin.

 

Hal itu, Ernesto menyebut benda tak bergerak yang disita. Sementara harta yang bergerak, dia memaparkan ada 4 unit kendaraan roda empat, plus 1 kendaraan roda dua.

Baca Juga :  “Jatah Preman” di Balik Kursi Gubernur

 

“Yaitu Mobil Mazda CX 5 (2013), Mobil Velfire N 83 VI (2015), Mobil Sport Toyota (2023). Dari harta yang disita 43 Milyar,” ujarnya.

 

Dalam pantauan Beenews, bangunan restoran Shanghai Palace berlantai 2 itu telah dikosongkan. Sebagian barang disita pun dijajarkan oleh aparat Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan, yang berlangsung selama 4 jam.

 

Tahun 2020-2023 ada 408 laporan polisi dan total barang bukti yang disita sebanyak 10,2 ton sabu yang terafiliasi dengan kelompok Fredy Pratama. Sementara yang ditangani Polda Kalsel dari tahun 2019 – 2023 yakni 1,03 ton sabu, 284.228 butir atau 763,97 gram ekstasi.

 

Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Muhamad Rifai menyampaikan ada 4 laporan polisi (LP) yang diduga jaringan sindikat Fredy Pratama. Sementara, dia menyebut barang yang disita akan dilelang kemudian hasilnya dikembalikan ke negara.

Baca Juga :  Polisi Sita 20 Kg Sabu dan Tangkap 2 Tersangka Jaringan Narkoba Internasional

 

“Pelaku yang ditangkap memang orang Kalsel. Dan kami (Polda Kalsel) masih terus melakukan pengembangan ini,” ujarnya.

 

Kombes Rifai bersama AKBP Ernesto mendalami pelaku-pelaku yang sudah ditangkap, sehingga nanti akan diberitahu hasil terbaru dari pihak kepolisian.

 

“Kemungkinan masih banyak lagi yang disita,” ungkap dia.

 

Konferensi pers ini melibatkan sejumlah Polda yakni Polda Jatim, Polda Kalimantan Selatan, Polda Jambi, Polda Banten, Polda Metro Jaya, Polda DI Jogjakarta, Polda Bali, dan Polda Kalimantan Tengah. Dan berkat operasi bersama Mabes Polri dengan Royal Malaysia Police, Royal Thai Police, dan US-DEA.

 

Keberadaannya menjadi atensi Interpol sejak dikabarkan bersembunyi di The Golden Triangle atau Segitiga Emas yang dikenal sebagai surga bandar narkotika kawasan Asia Tenggara.

(Rahim)

Lihat Berita Terkait

Bukan HOAX Share Yuk!!!

Bagikan berita kepada kerabat dan teman di chat atau sosial media!

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Berita yang mungkin anda suka!