Banjir Bandang Terjang Libya, 5.300 Meninggal dan 10.000 Orang Hilang

BEENEWS.CO.ID – Duka mendalam rupanya masih menyelimuti Bumi Afrika. Setelah Gempa Bumi dengan kekuatan 6,8 SR melanda Maroko yang menewaskan 2.497 jiwa, kini Banjir Bandang menerjang Libya.

 

Dalam keterangannya, pada Selasa (12/9/2023), Pemerintah Libya menyampaikan, bahwa korban jiwa akibat Banjir Bandang diprediksi mencapai 5.300 orang.

 

Sementara itu, Ketua Delegasi Palang Merah Libya, Tamer Ramadan, juga menambahkan, bahwa jumlah korban jiwa bisa saja akan terus bertambah. Sedangkan jumlah korban yang masih hilang atau belum ditemukan mencapai 10 ribu orang.

 

Kota Derna, bagian Timur Libya, disinyalir mengalami kerusakan terparah. Bahkan, Menteri Kesehatan Libya, Othman Abduljalil, menyebut, sedikitnya 6.000 orang di daerah tersebut masih dinyatakan hilang.

Baca Juga :  Israel Bom Bandara Sanaa, Pesawat Pengangkut Jemaah Haji Hancur

 

Tak hanya itu, Rumah Sakit (RS) di Derna pun tidak bisa beroperasi akibat dari Banjir Bandang tersebut. Kamar mayat pun penuh, hingga tak sedikit jenazah korban yang terpaksa ditinggalkan di trotoar.

 

“Tak ada layanan darurat. Saat ini orang-orang sedang bekerja untuk mengumpulkan jenazah,” ujar Anas Barghathy, salah satu dokter sukarelawan.

 

Diketahui, Banjir Bandang terjadi pada Senin lalu (11/9), dikarenakan curah hujan yang deras dan disertai badai. Hal ini kian diperparah, saat ketiak bendungan di atas Kota Derna jebol yang memprediksi bahwa seluruh penduduk di Derna hanyut hingga ke laut.

Lihat Berita Terkait

Bukan HOAX Share Yuk!!!

Bagikan berita kepada kerabat dan teman di chat atau sosial media!

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Berita yang mungkin anda suka!