BEENEWS.CO.ID – Gempa bumi terdahsyat di Maroko dalam lebih dari enam dekade terakhir telah menyebabkan para korban kesulitan mendapatkan pasokan makanan, air, dan tempat berteduh pada Minggu (10/9/2023). Pencarian korban yang masih hilang terus berlanjut di desa-desa terpencil, dan diperkirakan bahwa jumlah kematian, yang saat ini mencapai lebih dari 2.100 orang, akan terus bertambah.
Banyak orang terpaksa menghabiskan malam ketiga di luar rumah setelah gempa bumi dengan kekuatan 6,8 magnitudo melanda pada Jumat 15 Sepetember 2023 malam. Para pekerja bantuan menghadapi tantangan besar untuk mencapai desa-desa yang paling parah terdampak di Pegunungan Atlas Tinggi, rentang pegunungan yang kasar di mana pemukiman seringkali berada di lokasi terpencil, dan banyak rumah telah roboh akibat gempa.
Jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 2.122 orang, sementara 2.421 lainnya mengalami luka-luka, demikian dilaporkan oleh saluran TV negara. Pemerintah Maroko menyatakan kemungkinan menerima tawaran bantuan dari negara-negara lain dan akan berupaya untuk mengkoordinasikannya jika dibutuhkan, seperti yang disampaikan melalui saluran TV negara.
Kerusakan terhadap warisan budaya Maroko semakin jelas ketika media lokal melaporkan runtuhnya sebuah masjid bersejarah dari abad ke-12. Gempa bumi juga merusak sebagian dari kota tua Marrakech, situs Warisan Dunia UNESCO.










