PALANGKARAYA, BEENEWS.CO.ID – Rabu (6/9/2023) kemarin Desa Petuk Ketimpun yang menjadi salah satu kawasan di Palangka Raya dibanjiri tangkapan ikan sungai. Melimpahnya tangkapan ikan sungai tersebut disebabkan oleh musim kemarau yang membuat air sungai menjadi surut. Oleh sebab itu, masyarakat lebih mudah menangkap ikan di sungai.
“Saya dengar-dengar dari teman katanya di sini banyak ikan melimpah makanya saya datang. Katanya harga ikannya murah-murah juga,” ucap Rusadi, salah seorang pembeli ikan.
Masyarakat langsung menjajakan ikan hasil tangkapan mereka di emperan-emperan samping sungai. Menurut keterangan warga di sana, Ikan tangkapan ini diperoleh dari hasil menjala, menyerok, dan membuat perangkap.
“Kami ada yang melunta (menjala), menanggok (menyerok), dan menempirai dan melukah (memasang perangkap),” jelas Hadi salah seorang pencari ikan sekaligus penjual di Petuk Ketimpun.
Antusiasme warga dalam menangkap ikan ini menyebabkan hasil tangkapan menjadi banyak dan harga jual juga menjadi murah. Sehingga banyak pembeli di Palangka Raya yang berdatangan ke tempat tersebut salah satunya adalah Rusadi yang jauh datang dari Jalan Rajawali ke Pal 10 Tjilik Riwut.
Dibalik kekeringan musim kemarau ternyata membawa berkah bagi tempat-tempat tertentu. Salah satunya melalui penangkapan ikan sungai yang melimpah ketika air surut. Semoga masyarakat dapat memanfaatkan momen berkah ini dengan bijak dan tidak berlebihan terutama menerapkan teknik penangkapan yang ramah lingkungan.
(Hamdi)








