BEENEWS.CO.ID – Harga minyak tetap stabil pada awal perdagangan pada Rabu (16/8/2023) setelah mengalami penurunan sebesar 1% pada sesi sebelumnya. Penstabilan ini terjadi karena pasar merespons data ekonomi yang lemah dari China, yang merupakan salah satu importir minyak terbesar di dunia, sementara pasokan minyak mentah AS semakin terbatas.
Pada pukul 00:01, kontrak berjangka minyak Brent mengalami kenaikan sebesar 3 sen menjadi $84,92 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS mengalami kenaikan sebesar 5 sen menjadi $81,04. Kedua patokan harga minyak ini sebelumnya melemah hingga mencapai level terendah sejak tanggal 8 Agustus 2023 pada Selasa lalu.
Saat dilansir dari Reuters, pada perdagangan awal ini, harga minyak mendapat dukungan dari penurunan stok minyak mentah AS sekitar 6,2 juta barel pada minggu sebelumnya, berdasarkan informasi dari sumber-sumber pasar yang mengutip data dari American Petroleum Institute. Angka ini jauh lebih besar daripada perkiraan penurunan sekitar 2,3 juta barel
Meskipun demikian, terdapat faktor-faktor yang memberikan tekanan pada pasar. Data aktivitas ekonomi China untuk bulan Juli yang telah diumumkan pada hari Selasa lalu, termasuk penjualan ritel, produksi industri, dan investasi, ternyata tidak sesuai dengan harapan. Hal ini menciptakan kekhawatiran terkait potensi perlambatan pertumbuhan yang lebih dalam dan berkelanjutan.










