Foto : Ilustrasi panen gandum di ukraina
BEENEWS.CO.ID – Rusia terus menyerang Ukraina dari Selasa (18 Juli 2023) hingga Kamis (20 Juli 2023). Serangan itu, yang disebut sebagai pembalasan atas pengeboman Jembatan Kerch, seerangan yang dilakukan Rusia menyebabkan kerusakan pada 60.000 ton Hasil panen siap diekspor Ukraina.
Kota pelabuhan Odessa di Laut Hitam Ukraina telah diserang tanpa ampun sejak Selasa. Sedikitnya dua orang terluka dalam serangan pada Kamis pagi itu. Oleg Kiper, Gubernur Odesa, mengatakan antara lain Rusia menggunakan rudal Kalibr untuk menyerang Odesa.
Dalam sebuah pernyataan di Moskow, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan serangan di Odessa adalah pembalasan atas pengeboman Kerch. Moskow menuduh Ukraina meledakkan jembatan yang menghubungkan antara Rusia dan semenanjung Krimea. Moskow menegaskan bahwa sasaran penyerangan adalah berbagai fasilitas yang digunakan dalam pengeboman Jembatan Kerch.
Menteri Pertanian Ukraina Mykola Solskyi mengatakan serangan di Odessa menghancurkan 60.000 ton makanan siap ekspor. Sebuah gudang di pelabuhan Chornomorsk di Odessa diledakkan dalam serangan itu. Hingga saat ini, pelabuhan tersebut merupakan salah satu titik awal ekspor makanan Ukraina melintasi Laut Hitam.
Gubernur Mykolaiv Vitalii Kim mengatakan secara terpisah bahwa provinsi di Ukraina selatan diserang Kamis pagi. Sedikitnya sembilan orang terluka dalam serangan itu. Sementara itu, 100 ledakan terjadi di Sumy, provinsi Rusia tetangga Ukraina, antara Rabu sore dan Kamis dini hari. Rusia menyerang Sumy dengan roket, mortir, dan artileri.








