BEENEWS.CO.ID – Dengan ancaman serangan balik Ukraina yang telah lama dijanjikan untuk merebut kembali wilayah yang direbut oleh Rusia dalam 15 bulan pertempuran, Moskow meluncurkan serangkaian serangan terhadap Kiev pada akhir pekan lalu, yang menargetkan infrastruktur militer dan persediaan.
Saat dilansir dari Reuters, Senin (29/5), Rusia melancarkan serangan udara terhadap Kiev pada dini hari Senin menggunakan drone dan rudal jelajah.
Pejabat Ukraina mengatakan, pasukan pertahanan menembak jatuh lebih dari 40 target.
Rusia melepaskan apa yang pejabat Ukraina sebut sebagai serangan drone terbesar terhadap Kiev sejak dimulainya perang pada hari Minggu, serangan itu menewaskan satu orang dan melukai beberapa orang.
Sebagai indikasi pentingnya pertempuran drone, Ukraina telah meningkatkan serangan di dalam wilayah Rusia, termasuk pada infrastruktur minyaknya.
Ukraina menunjukkan pada akhir pekan bahwa pasukannya siap meluncurkan serangan balik yang telah lama dijanjikan.
Pasukan Rusia sementara mengurangi serangan di dan sekitar kota Bakhmut, yang terkepung untuk mengkonsolidasikan diri dan meningkatkan kapabilitas mereka, seperti yang diungkapkan oleh Ukraina.
Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina, mengatakan pada hari Senin bahwa Rusia terus berupaya sepenuhnya menduduki wilayah Luhansk dan Donetsk.
Pasukan Ukraina telah berhasil mengusir 19 serangan musuh di wilayah-wilayah tersebut dalam 24 jam sebelumnya.
Milisi swasta Rusia, Wagner, mulai menyerahkan posisinya di Bakhmut kepada pasukan reguler Rusia pada hari Kamis, dengan pendiri kelompok tersebut, Yevgeny Prigozhin, mengatakan unitnya akan meninggalkan wilayah itu pada 1 Juni.
Pemimpin Wagner, Prigozhin, mengatakan dia yakin bahwa pejabat tinggi Kremlin telah melarang pelaporan tentang dirinya di media negara, dengan memperingatkan bahwa pendekatan yang menyesatkan seperti itu akan menyebabkan reaksi balik dari rakyat Rusia dalam beberapa bulan ke depan.
Presiden Vladimir Putin pada hari Minggu memerintahkan peningkatan keamanan perbatasan untuk memastikan “pergerakan cepat” militer dan sipil Rusia ke wilayah Ukraina yang sekarang berada di bawah kendali Moskow.
Negara-negara Barat tidak memberikan pilihan kepada Belarus kecuali untuk menempatkan senjata nuklir taktis Rusia, dan mereka lebih baik berhati-hati untuk tidak “melampaui garis merah” dalam masalah strategis kunci, demikian dikutip dari pejabat Belarusia senior, pada hari Minggu.
Investor asing yang meninggalkan Rusia setelah menjual bisnis mereka di sana antara Maret 2022 dan Maret 2023 menarik kembali sekitar 36 miliar dolar dari negara tersebut, seperti yang dilaporkan oleh agensi berita RIA yang mengutip analisis data dari Bank Sentral.
(Ayudia)









