Pemprov DKI Imbau Warga Pendatang Baru Lapor RT/RW

Kepala Disdukcapil, Budi Awaluddin, Imbau Warga Pendatang Baru untuk Lapor RT/RW

 

JAKARTA, BEENEWS.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), mengimbau kepada warga pendatang baru untuk segera melapor.

 

Laporan tersebut dilakukan sebagai upaya pendataan administrasi, yang bisa dilakukan ke pihak RT/RW.

 

“Pendataan merupakan tugas Disdukcapil sebagai upaya tertib administrasi kependudukan. Namun dengan pembatasan petugas, tentunya pelibatan RT/RW dan Dasawisma akan ditingkatkan,” terang Kepala Disdukcapil DKI, Budi Awaluddin, pada Senin (24/04/2023).

 

Budi juga menjelaskan, hal itu dilakukan dalam upaya mengantisipasi kedatangan pendatang baru di ibu kota.

 

Meski demikian, Budi memastikan, bahwa Pemprov DKI tidak akan melakukan Operasi Yustisi, terhadap para pendatang di ibu kota.

Baca Juga :  Respon Jokowi Saat Diusulkan Jadi Ketum PDI-P: Saya Mau Pensiun, Pulang ke Solo

 

Lebih lanjut, Budi menerangkan, dalam menjalankan tugasnya tersebut, pihak Disdukcapil juga menggandeng Dasawisma dan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta.

 

Yang nantinya, mereka secara paralel akan memberikan teguran kepada para pendatang, untuk segera melaporkan keberadaannya kepada RT/RW dalam waktu 1x 24 jam.

 

“Karena Fungsi RT adalah menjaga keamanan, kenyamanan, dan kerukunan hidup antar warga dari kejahatan,” sambung Budi.

 

Sebelumnya, Disdukcapil Provinsi DKI telah memprediksi, bahwa jumlah pendatang baru di Jakarta akan bertambah hingga 20-30% pasca Lebaran 2023.

 

“Untuk Lebaran 2023, diprediksi jumlah pendatang baru pasca Lebaran akan bertambah sebanyak 20%-30% atau sekitar 36.000-40.000 pendatang,” ujar Budi, pada Jumat (14/4) silam.

Baca Juga :  Debat Cawapres: Bobby Nasution Apresiasi Kualitas Gibran di Rumah Kolaborasi

 

Menurut informasi yang ada, dalam tiga tahun terakhir, telah terjadi tren peningkatan jumlah pendatang ke Ibu Kota.

 

Dengan rincian, pada 2020 sebanyak 113.814 orang, pada 2021 sebanyak 139.740 orang, dan pada 2022 sebanyak 151.752 orang, dengan latar belakang pendidikan yang beragam.


Menurut catatan Disdukcapil, warga yang berpendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) ke bawah, jumlahnya terus meningkat, dari 78,04% pada tahun 2020, 78,25% di tahun 2021, dan 78,49% tahun 2022.


Sedangkan untuk yang berpenghasilan rendah cenderung fluktuatif, yakni 40,93% tahun 2020, meningkat menjadi 47,61% tahun 2021, dan menurun menjadi 45,64% tahun 2022.

(Abdul)

Lihat Berita Terkait

Bukan HOAX Share Yuk!!!

Bagikan berita kepada kerabat dan teman di chat atau sosial media!

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Berita yang mungkin anda suka!