Tentunya dengan melakukan berbagai langkah, seperti mitigasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi.
“Setelah tanggap darurat selesai tentunya kegiatan tidak berhenti sampai di sini. Kami pun harus memikirkan langkah-langkah ke depan, khususnya ditahap rehabilitasi dan rekonstruksi dalam rangka mitigasi, pencegahan di tahun-tahun ke depan supaya kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Itu artinya langkah mitigasi ada hasilnya,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, BNPB juga menyerahkan secara simbolis bantuan kepada warga yang terkena dampak banjir di Solo dan Sukoharjo.
Baik itu berupa logistik makanan dan berbagai perlengkapan yang dibutuhkan seperti tenda, selimut, matras, serta beberapa perahu, dan pompa.
Sebelumnya diketahui, catatan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BPBD Prov. Jateng, mencatat 4.440 warga telah mengungsi di 12 titik pengungsian, akibat banjir yang berdampak pada 21.864 jiwa.
Bahkan, salah seorang lansia (85 tahun) harus meninggal dunia, di pengungsian Kedunglumbu, Kecamatan Pasar Kliwon.
(Abdul)







