Menu

Play Video

Turki Tangkap dan Selidiki Kontraktor Bangunan Roboh Pasca Gempa

BEENEWS.CO.ID – Di tengah suasana duka dan amarah masyarakat pasca gempa, pihak berwenang di Turki telah menangkap sejumlah kontraktor properti yang memiliki keterkaitan dengan runtuhnya bangunan yang menimbulkan banyaknya korban jiwa.

 

Sebanyak 163 orang diperiksa polisi, yang mana 48 diantaranya sudah berada dalam tahanan.

 

Menteri Keadilan Turki, Bekir Bozdag yang mengunjungi Kota Diyarbakir, pada Senin (13/02/2023), menyatakan bahwa kantor-kantor jaksa penuntut umum yang terletak di area yang terkena gempa, sedang menjalankan investigasi yudisial.

 

Bozdag menjelaskan, bahwa beberapa dari bangunan yang runtuh telah berusia lebih dari 30 tahun atau lebih, namun ada juga yang baru dibangun.

 

“Tim audit mendasarkan evaluasi dari informasi ini, dan jaksa penuntut umum kami melakukan investigasi untuk menentukan siapa saja yang terlibat dalam konstruksi ini”, ungkapnya.

 

Dilansir dari media Reuters, beberapa jaksa penuntut dari Kota Malatya mengeluarkan surat perintah penangkapan, pada Senin kemarin terhadap 31 orang yang diduga terkait dengan runtuhnya bangunan.

 

Beberapa orang tersebut diantaranya, Nazmi Tosun yang merupakan pengawas konstruksi dan perwakilan teknis dari bangunan apartemen Emre yang runtuh di Provinsi Gaziantep, ia ditangkap di Istanbul pada Senin kemarin.

 

Beberapa kontraktor lain yang diduga bertanggungjawab atas pembangunan bangunan yang hancur di Kota Adiyaman ditangkap di bandara Istanbul saat berusaha melarikan diri, seperti Yavuz Karakus yang membangun beberapa bangunan di Adiyaman, dan Mehmet Yasar Coskun yang membangun Ronesans Residence yang runtuh di Provinsi Hatay.

 

Kontraktor-kontraktor tersebut ditangkap setelah adanya inspeksi dari jaksa penuntut umum di Provinsi Gaziantep.

 

Sebagian besar dari mereka mengaku tidak tahu dan tidak memiliki urusan terhadap runtuhnya bangunan.

 

Turki memiliki standar pembangunan yang ketat, yang seharusnya memastikan bahwa bangunan-bangunan modern dapat tahan terhadap guncangan yang besar.

 

Namun justru banyak bangunan yang rusak di seluruh wilayah yang terkena gempa.

 

Masyarakat Turki mulai mempertanyakan langkah-langkah yang diambil pemerintah untuk menetapkan regulasi konstruksi bangunan.

 

Dosen dan insinyur sipil dari Universitas London, Yasemin Didem Aktas, menyebutkan bahwa adanya suatu kesalahan dalam pembangunan gedung-gedung yang runtuh.

 

“Bisa jadi gedung itu tidak dirancang sesuai dengan standar sejak awal, atau implementasinya tidak dirancang dengan benar. Kami juga melihat di Turki sendiri biasa memodifikasi bangunan pasca hunian, dan hal ini membahayakan keamanan strukturalnya,” jelas Aktas.

 

Beberapa analis mengkritik adanya persetujuan berkala dari Pemerintah Turki yang disebut ‘Amnesti Konstruksi’, yang pada dasarnya pengecualian hukum serta denda bagi kontraktor yang menggarap suatu proyek tanpa persyaratan keselamatan.

(Lauren)

 

Play Video
WhatsApp Image 2024-06-15 at 14.24.22
Play Video
Play Video

Bukan HOAX Share Yuk!!!

Bagikan berita kepada kerabat dan teman di chat atau sosial media!

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Artikel Terkait

Berita Populer Bulan Ini

graha pramuka
WhatsApp Image 2024-05-21 at 15.45.34
WhatsApp Image 2024-05-21 at 15.45.34
graha pramuka
graha
graha pelantaran
graha pelantaran
graha