BEENEWS.CO.ID – Tahun 2022 menjadi tahun kelam bagi Philips, salah satu perusahaan asal Belanda. Lantaran, Philips harus mengalami kerugian hingga mencapai € 1.605 Miliar, atau setara Rp26,1 Triliun.
Philips pun terpaksa harus mengambil langkah darurat, dengan rencana akan memutus hubungan kerja (PHK) terhadap 6.000 karyawannya di seluruh dunia.
Di mana separuh dari angka PHK tersebut akan dilakukan pada tahun ini, sedangkan sisanya akan direalisasikan pada 2025.
CEO Philips, Roy Jakobs, bahkan telah menyebutkan, terdapat 10 ribu karyawan yang sudah dilakukan PHK, dalam beberapa bulan terakhir.
Atau bisa disebut, bahwa perusahaan sudah memangkas 13%, dari jumlah keseluruhan karyawannya di dunia.
“Apa yang kami hadirkan hari ini saya pikir adalah rencana terbaik untuk mengamankan masa depan Philips. Tantangan yang kami hadapi sangat berat dan kami mencoba mengatasinya secara serius,” ujar Jakobs, seperti dikutip dari Reuters, pada Selasa (31/01/2023).
Seperti diketahui, bahwa saham Philips tercatat naik 5,5%, selepas dilakukan pengumuman tersebut.
Namun meski demikian, di kuartal keempat 2022 Philips tercatat kehilangan € 105 Juta, sehingga secara keseluruhan, perusahaan mencatatkan kerugian € 1.605 Miliar, alias Rp 26,1 Triliun di sepanjang tahun lalu.








