Menu

Play Video

Lewat Perpres, Jokowi Wajibkan Obat dan Alat Kesehatan Lainnya Bersertifikat Halal

JAKARTA, BEENEWS.CO.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang sertifikasi halal. 

 

Lewat Perpres tersebut, Presiden Jokowi pun mewajibkan obat, produk biologi, dan alat kesehatan yang ada di Indonesia bersertifikat halal.

 

Aturan yang dimaksud ialah Perpres Nomor 6 Tahun 2023, tentang Sertifikasi Halal Obat, Produk Biologi, dan Alat Kesehatan, yang telah diteken oleh presiden 19 Januari 2023 silam, sebagaimana salinannya dilihat, pada Minggu (22/01/2023).

 

Adapun produk halal yang dimaksud dalam Perpres tersebut ialah produk yang telah dinyatakan halal sesuai dengan syariat Islam. 

 

Sementara produk biologi adalah produk yang mengandung bahan biologi yang berasal dari manusia, hewan, atau mikroorganisme yang dibuat dengan cara konvensional, atau melalui metode bioteknologi.

 

Sedangkan untuk alat kesehatan sendiri, adalah instrumen, aparatus, mesin, dan/atau implan yang tidak mengandung obat yang digunakan untuk mencegah, mendiagnosis, menyembuhkan dan meringankan penyakit, merawat orang sakit, memulihkan kesehatan pada manusia, dan/atau membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh.

 

“Sertifikat Halal adalah pengakuan kehalalan suatu produk yang diterbitkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, berdasarkan fatwa halal tertulis atau penetapan kehalalan produk oleh Majelis Ulama Indonesia, Majelis Ulama Indonesia Provinsi, Majelis Ulama Indonesia Kabupaten/Kota, Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh, atau Komite Fatwa Produk Halal,” bunyi Pasal 1 Perpres tersebut.

 

Lebih lanjut, penjelasan mengenai kewajiban obat hingga alat kesehatan bersertifikat halal telah diatur dalam Pasal 2 Perpres tersebut. 

 

Berikut bunyi lengkapnya:

Pasal 2

(1) Obat, Produk Biologi, dan Alat Kesehatan yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal.

 

(2) Obat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup bahan obat, obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras, obat tradisional, suplemen kesehatan, dan obat kuasi.

 

(3) Obat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikecualikan untuk obat golongan narkotika dan psikotropika.

 

(4) Produk Biologi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit terdiri atas enzim, antibodi monoklonal, hormon, sel punca, terapi gen, vaksin, produk darah, produk rekombinan DNA, dan immunosera.

 

(5) Alat Kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) termasuk reagen in vitro dan kalibrator, perangkat lunak, dan bahan atau material yang digunakan tunggal atau kombinasi, untuk menghalangi pembuahan, desinfeksi Alat Kesehatan, dan pengujian in vitro terhadap spesimen dari tubuh manusia, dan dapat mengandung obat yang tidak mencapai kerja utama pada tubuh manusia melalui proses farmakologi, imunologi, atau metabolisme untuk dapat membantu fungsi atau kerja yang diinginkan.

 

(6) Alat Kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (5), hanya bagi yang berasal dari hewan dan/atau mengandung unsur hewan.

 

Pasal 3

Sertifikat Halal sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 diberikan terhadap Obat, Produk Biologi, dan Alat Kesehatan yang berasal dari bahan halal dan cara pembuatan yang halal.

(Abdul)

 

Play Video
WhatsApp Image 2024-06-15 at 14.24.22
Play Video
Play Video

Bukan HOAX Share Yuk!!!

Bagikan berita kepada kerabat dan teman di chat atau sosial media!

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Artikel Terkait

Berita Populer Bulan Ini

graha pramuka
WhatsApp Image 2024-05-21 at 15.45.34
WhatsApp Image 2024-05-21 at 15.45.34
graha pramuka
graha
graha pelantaran
graha pelantaran
graha