Menu

Play Video

KASUS HUKUM SHD MASIH DI KPK

mantan Bupati Kotim SHD

JAKARTA, BEENEWS.CO.ID – Perkembangan status tersangka tindak pidana mega korupsi mantan Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Supian Hadi (SHD) yang diduga merugikan negara Rp5,8 Triliun, dalam kasus penerbitan surat izin usaha pertambangan (IUP) kepada tiga perusahaan dari Pemkab Kotim, yakni PT Fajar Mentaya Abadi, PT Billy Indonesia dan PT Aries Iron Mining, masih ditunggu oleh publik, khususnya warga Kotim.

 

Selain itu, ia juga diduga menerima gratifikasi dua buah mobil mewah Lexus dan Hammer H3 serta uang tunai Rp500 juta dan uang dalam bentuk dolar $.711.000.

 

Diketahui, Mantan Bupati Kotim, Supian Hadi (SHD) ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),  pada 1 Pebruari 2019 hingga saat ini, atau sudah hampir 4 tahun dan 1 Pebruari 2023 ini genap 4 tahun.

 

Namun, hingga kini masih belum ada kejelasan proses hukumnya, hal ini tentu saja akan bisa menimbulkan persepsi liar dan spekulan negatif opini publik terhadap tersangka dan kinerja penegak hukum dalam hal ini KPK. 

 

Agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat, jelas dan terang benderang mengenai kasus mega korupsi ini, Beenews Mgumarang Media telah melakukan penelusuran dengan menugaskan wartawan perwakilan Jakarta untuk melakukan tugas jurnalistik dan berkomunikasi dengan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

 

Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun telah menyambut baik upaya ini dalam rangka mendukung pemberantasan korupsi di Indonesia.

 

Melalui emailnya kepada Beenews Mgumarang Media, pihak KPK mengatakan ‘Saat ini masih dalam proses, mohon berkenan menunggu. Akan kami bantu follow up apabila informasinya telah tersedia’.

 

Masyarakat Indonesia, warga Kalimantan Tengah pada umumnya dan warga Kotawaringin Timur (Kotim) pada khususnya, tetap percaya dengan kinerja maksimal dan profesional Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

 

Hingga saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap menjaga kehormatan dan marwahnya sebagai satu-satunya lembaga anti rasuah di Indonesia.

 

Mari kita bersama-sama menunggu babak akhir dari kasus mega korupsi ini, agar tidak ada lagi keraguan dan perdebatan di tengah masyarakat mengenai status tersangka yang disandang oleh mantan Bupati Kotim Supian Hadi (SHD).

(Tim Redaksi)

 

Play Video
Play Video
Play Video

Bukan HOAX Share Yuk!!!

Bagikan berita kepada kerabat dan teman di chat atau sosial media!

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Artikel Terkait

Berita Populer Bulan Ini

Ads Side Res 3 - Roti Syantek
graha pramuka
WhatsApp Image 2024-05-21 at 15.45.34
WhatsApp Image 2024-05-21 at 15.45.34
graha pramuka
graha
graha pelantaran
graha pelantaran
graha