Menu

Play Video

Gugat Mantan Pacar Rp3 Miliar, Pihak Pria Sebut Pemerasan

PROBOLINGGO, BEENEWS.CO.IDKasus mempelai batal nikah yang sebelumnya terjadi di Magetan, kini terulang kembali dan terjadi di Probolinggo. 

 

Acara yang semula mengusung konsep pernikahan terpaksa harus berubah menjadi acara syukuran. 

 

Meskipun mempelai pria tidak hadir, mempelai wanita tetap memakai busana pengantin dan berfoto sambil tersenyum dengan para tamu yang datang.

 

Pada awalnya, adalah Aurilia Putri Christyn (20) warga Kelurahan Mangunharjo, Mayangan, Kota Probolinggo menikah dengan Adi Suganda (23) yang masih tetangganya sendiri pada Senin 18 Juli tahun lalu. 

 

Tapi pernikahan itu dibatalkan sepihak oleh keluarga Ganda.

 

Padahal segala keperluan pernikahan sudah disiapkan seperti menyebar undangan, menyewa gedung di Paseban Sena, Probolinggo dan juga perlengkapan lain seperti katering, perias, busana pengantin bahkan fotografernya.

 

Menjelang pelaksanaan pernikahan yang kurang 2 hari, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mayangan memberi kabar kepada Putri bahwa pernikahannya dibatalkan.

 

Meski begitu Putri tetap melangsungkan acara karena semua vendor sudah terlanjur dibayar dan undangan sudah terlanjur disebar.

 

Pembatalan pernikahan ini berujung pada gugatan perdata yang dilayangkan putri kepada Ganda dan keluarganya di Pengadilan Negeri Kota Probolinggo. 

 

Tuntutan tersebut adalah meminta ganti rugi atas pembatalan acara pernikahan senilai Rp3 miliar.

 

Sidang perkara gugatan perdata Putri terhadap Ganda ini sudah bergulir hingga agenda mendengarkan keterangan sejumlah saksi yang berlangsung pada Kamis (19/1/2023) siang, di PN Kota Probolinggo. 

 

Mulyono, penasihat hukum pihak keluarga Putri menyatakan, bahwa sejumlah saksi telah dihadirkan.

 

“Sejumlah saksi sudah dihadirkan. Mulai dari perias pengantin hingga juru foto. Gugatan ini karena klien saya dan keluarganya merasa dirugikan oleh pihak tergugat dan keluarganya,” ujar Mulyono usai persidangan.

 

Pihak Putri merasa berhak untuk menuntut karena merugikan harga diri dan biaya resepsi yang sudah disiapkan. 

 

Tidak hanya itu, pengacara Putri, Mulyono juga menambahkan bahwa pembatalan pernikahan yang sudah terdaftar di KUA itu harus melalui peradilan, tidak bisa serta merta membatalkan begitu saja. 

 

Sedangkan dari pihak Ganda didampingi penasihat hukumnya Hari Muzahidin, menjelaskan bahwa alasannya membatalkan pernikahan adalah tidak terima ibunya dicemooh oleh calon mertuanya.

 

“Pembatalan nikah itu bukan dari satu pihak, sebenarnya. Sudah antara 2 pihak, dalam arti kalau tidak ada yang menyalahi atau berbuat kesalahan, itu tidak mungkin klien kami akan berbuat seperti yang dituduhkan, yakni membatalkan pernikahan,” ujar Hari.

 

Cemoohan itu berupa perkataan yang menurut Hari sangat kasar, yang seolah-olah meminta agar ibu Ganda menjual diri untuk memenuhi biaya pernikahan. 

 

Pihak pria juga menuding, ganti rugi senilai 3 miliar itu tidak masuk akal.

 

“Kita ikuti sidang perdata ini. Sekarang logika saja, berapa sih kerugiannya untuk resepsi pernikahan itu? Paling Rp20 atau Rp30 juta, mentok Rp50 juta sudah mewah. Kalau minta ganti rugi Rp3 miliar itu tidak wajar, dan ini merupakan perbuatan pemerasan,” ujarnya.

 

Sidang perkara Putri dan Ganda ini akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda replik atau mendengar jawaban penggugat atas jawaban tergugat, tentang gugatan yang telah dilayangkan.

 

Sidang tersebut akan digelar di ruang Sidang Utama PN Kota Probolinggo.

(Jeni)

 

Play Video
WhatsApp Image 2024-06-15 at 14.24.22
Play Video
Play Video

Bukan HOAX Share Yuk!!!

Bagikan berita kepada kerabat dan teman di chat atau sosial media!

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Artikel Terkait

Berita Populer Bulan Ini

graha pramuka
WhatsApp Image 2024-05-21 at 15.45.34
WhatsApp Image 2024-05-21 at 15.45.34
graha pramuka
graha
graha pelantaran
graha pelantaran
graha