Menu

Play Video

Penipuan Modus Bansos di Mojokerto, Lansia Kehilangan Tiga Cincin Emas 8 Gram

foto illustrasi

MOJOKERTO, BEENEWS.CO.ID – Pasangan suami-istri, Solik (67) dan Jumiati (64) warga Dusun Telogo Gede, Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto telah menjadi korban penipuan.

 

Pasangan lansia ini terpaksa harus kehilangan tiga cincin emasnya seberat 8 gram, setelah menjadi korban penipuan dengan modus memberikan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH).

 

Pelaku yang seorang diri melancarkan aksinya dan datang ke rumah korban pada Kamis (12/1/2023).

 

Ia terlihat memakai seragam coklat mirip Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan membawa selempang. Pelaku datang ke rumah korban mengendarai motor Vario dan mengaku sebagai petugas penyalur bantuan sosial.

 

“Jam 11 siang, pintu tertutup, saya kunci. Orangnya ini ketok-ketok pintu kencang sekali, dia bilang diutus pak lurah karena ada bantuan sosial, PKH. Dia minta fotokopi KTP dan KK untuk pengajuan bansos ke pemerintah pusat. Saya sudah punya fotokopi-an KTP dan KK,” ungkapnya, Senin (16/1/2023).

 

Pelaku menyuruh para korban untuk kembali fotocopy ulang KTP dengan alasan harus di fotocopy bolak balik karena KTP yang mereka miliki hanya difotocopy di satu sisi saja.

 

Sebelum pergi untuk fotocopy, pelaku mengambil foto kedua lansia ini.

 

“Saya disuruh fotokopi lagi karena harus fotokopi bolak-balik. Sebelumnya saya difoto berdiri sama bapaknya (suami). Karena saya pakai cincin, diminta melepas soalnya nanti dianggap sudah mampu. Setelah foto, saya mau pakai lagi cincin saya itu tapi dilarang sama orangnya,” Ujar Jumiati.

 

Saat itu Jumiati merasa ada yang janggal. Korban merasa terus mengikuti arahan pelaku meskipun ia sadar bahwa ia takut kehilangan cincin miliknya seberat 8 gram.

 

“Sudah digendam, mau tanya namanya saja tidak bisa ngomong, hanya bisa mengikuti terus. Di jalan fotocopy ke perempatan Trowulan, ingat cincin takut hilang tapi tidak bisa apa-apa. Ternyata fotocopy di perempatan tidak bisa jadi saya cari ke tempat lain, agak jauh,” ujar Jumiati..

 

Ketika sampai di rumah, pelaku penipuan sudah tidak ada. Jumiati sempat melihat pistol dan pisau lipat ketika pelaku beralasan hendak menelpon orang pusat.

 

“Saya balik rumah, orangnya sudah tidak ada. Kata bapaknya (suami), orangnya minta minum. Sama bapaknya (suami) diambilkan minum ke dalam rumah, pas balik sudah tidak ada. Orangnya ini mengambil cincin di dekat TV dan langsung pergi, tidak tahu pergi ke arah mana,” tuturnya.

 

Ketika cucu korban hendak menyalakan TV, mereka baru menyadari  bahwa tidak hanya tiga emas cincin yang hilang, namun juga perangkat televisi.

 

Sementara itu, korban Solik (67) menambahkan,  ciri-ciri pelaku berbadan tegap dan berkulit cerah dengan perkiraan usia 45 tahun.

 

“Kami tidak lapor ke polisi, sudah ikhlas,” tegas pria penjual nasi goreng di simpang empat Trowulan ini.

(Jeni)

Play Video
Play Video
Play Video

Bukan HOAX Share Yuk!!!

Bagikan berita kepada kerabat dan teman di chat atau sosial media!

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Artikel Terkait

Berita Populer Bulan Ini

Ads Side Res 3 - Roti Syantek
graha pramuka
WhatsApp Image 2024-05-21 at 15.45.34
WhatsApp Image 2024-05-21 at 15.45.34
graha pramuka
graha
graha pelantaran
graha pelantaran
graha