Menu

Play Video

Narkoba Di Sampit Harganya Mahal, Tak Ada Yang Protes??

foto illustrasi dari BNN

SAMPIT, BEENEWS.CO.ID – Sampit yang merupakan ibu kota Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah, kota yang memiliki indikator ekonomi misalnya tahun 2019 kebutuhan transaksi keuangan inflow dan outflow  sebesar 43%  terbesar dari 14 Kabupaten/kota di Kalimantan Tengah dan juga perputaran uang atau transaksi ekonomi 24 triliun/bulan terbesar di Kalimantan Tengah menurut Bank Indonesia Cabang Palangkaraya, ditambah jumlah penduduk yang mendominasi di Kalimantan Tengah.

 

Sehingga Kotawaringin Timur menjadi zona pemasaran barang haram narkoba sejak lama yang dinilai pasar potensial menurut para pengedar dan bandar narkoba, bahkan kotim menurut Badan Narkotika Nasional (BNN) merupakan zona merah.

 

Narkoba masuk ke Kotim paling dominan lewat jalur laut maupun jalur darat, seperti dari Kalimantan Barat Pontianak, maupun dari Banjarmasin, dan penyelundupan peredaran barang haram tersebut sudah diendus dan menjadi jalur pengawasan penegak hukum khususnya  Polres Kotim, Polda Kalteng maupun dari BNNP Palangkaraya.

 

Namun peredaran dan penyalahgunaan narkoba terus semakin meningkat khususnya jumlah pengguna narkoba yang menjadi korban peredaran barang haram tersebut, sehingga jumlah tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (lapas) kelas IIB Sampit paling dominan jumlahnya, tahun 2022 jumlah tahanan di lapas infonya 825 dan dari jumlah tersebut jumlah tahanan  narkoba 600 atau hampir 80% dari total tahanan.

 

Peningkatan jumlah tahanan di Kotim membuktikan narkoba subur padahal diketahui barang haram tersebut relatif mahal dibanding di kota lain berdasarkan info yang kami dapat. Seperti narkoba jenis ekstasi harga pasaran di Indonesia sekitar 200.000′- sampai 500.000,- per biji, tapi di Sampit info yang kami dapat harganya sekitar 700.000,- bahkan lebih perbijinya, namun nampaknya tetap laris manis karena peminat atau daya belinya kuat.

 

Sebenarnya harga ekstasi dari negara asalnya Belanda berharga cuma Rp.3000,-per biji, diselundupkan ke Malaysia, harganya menjadi Rp.30.000, kemudian diselundupkan ke Indonesia harganya menjadi Rp.300.000 naik 1000% atau 10 kali lipat dari harga di Malaysia, kemudian diedarkan ke Sampit dengan harga berkisar Rp.700.000 bahkan lebih, itupun barang yang beredar di Sampit diduga sebahagian ada barang tiruan atau dikenal dengan istilah barang kw.

 

Begitu juga harga sabu contohnya dari Negara asalnya yaitu Cina Rp.20.000,- per gram, dan  Iran Rp.50.000 per gram, diselipkan ke Malaysia harganya Rp.300.000, per gram, kemudian diselundupkan ke Indonesia melalui jaringan Malaysia harganya menjadi Rp.1.500.000,-per gram, kemudian diedarkan ke masyarakat  sampai mencapai Rp.3.500.000,-per gram atau RP. 3.500.000.000,- per kg, berdasarkan data dari BNN,  nilai yang sangat fantastis dari sisi bisnis. 

 

Barang haram, yang membuat sengsara dan kematian

 

Barang haram sabu, ekstasi bahkan zenith, dan sejenisnya di Sampit  laris manis walaupun harganya  mahal, bahkan untuk harga sabu melebihi harga emas, karena daya belinya kuat dan mungkin jaringannya sudah berjalan dengan lancar, nampaknya para konsumen pecandu narkoba di Sampit tak ada yang protes terhadap mahalnya barang haram tersebut,sepertinya akur akur saja se iya se kata.

 

Pemakai, kurir, pengedar walaupun harus masuk penjara itu hal biasa, karena mungkin saja itu bukan sekedar sedang apes, tapi bisa saja bagian dari skenario pengedar ataupun bandar dalam rangka menjalankan aksinya.

 

Mahalnya harga narkoba di Sampit menggambarkan pengguna narkoba banyak di kotim, karena menurut teori ekonomi semakin banyak permintaan maka harga akan cenderung naik.

 

Bagaimana permintaan narkoba kedepanya di Sampit, diperkirakan trennya naik terus karena indikatornya diantaranya bandar besar seperti kasus pemilik zenith 2 truck 3,8 juta butir pada  6 desember tahun 2017 tidak terungkap, yang diproses hukum sampai putusan Pengadilan hanya sebatas kurir alias supir truk, dan rata rata mantan napi narkoba yang keluar dari masa tahanan kembali melakukan perbuatan haram yang serupa, menjadi budak narkoba.

 

(Redaksi/Mgumarang)

 

Play Video
WhatsApp Image 2024-06-15 at 14.24.22
Play Video
Play Video

Bukan HOAX Share Yuk!!!

Bagikan berita kepada kerabat dan teman di chat atau sosial media!

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Artikel Terkait

Wali kota Bobby Demosi 4 Pejabat Eselon II

MEDAN, BEENEWS.CO.ID – Wali Kota Medan Bobby Nasution menjatuhkan sanksi demosi kepada empat pejabat eselon II menjadi eselon III.   Ternyata pejabat yang terkena demosi

Kemenkes Imbau Masyarakat untuk Tetap Terapkan Prokes

JAKARTA, BEENEWS.CO.ID – Berdasarkan data yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per Rabu (28/12/2022), penambahan kasus sembuh COVID-19 secara harian bertambah sebanyak 2.531 orang.   Dengan

Foto illustrasi

Pasutri Dirampok setelah Ambil Uang Rp40 Juta

SURABAYA, BEENEWS.CO.ID – Perampokan dengan menggunakan ancaman senjata tajam kembali terjadi, dan menyebabkan korban sepasang suami istri terluka.   Korban bernama Sunarto (56) dan Yeti

Berita Populer Bulan Ini

graha pramuka
WhatsApp Image 2024-05-21 at 15.45.34
WhatsApp Image 2024-05-21 at 15.45.34
graha pramuka
graha
graha pelantaran
graha pelantaran
graha