Menu

Play Video

13 Orang Ditangkap Akibat Timbun 10 Ton BBM Solar

PANDEGLANG, BEENEWS.CO.ID – Sebanyak 13 orang berhasil ditangkap oleh Satreskrim Polres Pandeglang setelah melakukan aksi penimbunan BBM bersubsidi jenis Solar.

 

NiDari tangan para pelaku, pihak kepolisian berhasil mengamankan barang bukti, yakni 10 ton Solar.

 

Kasat Reskrim Polres Pandeglang AKP Shilton, memberikan keterangan, bahwa ihwal mula terkuaknya kasus ini berasal dari adanya laporan masyarakat. Pihak kepolisian pun bergerak cepat merespon laporan tersebut.

 

Menjelang Perayaan Tahun Baru 2023, Satreskrim Polres Pandeglang pun langsung melakukan sejumlah patroli di Kecamatan Carita. Dan berhasil menemukan kendaraan roda empat jenis pick-up, yang mencurigakan.

 

Pihak kepolisian pun melakukan penangkapan dan mengamankan SV dan KV. Dengan barang bukti Solar sebanyak 2 ton.

 

“Pada saat itu kita lihat kendaraan berjalan melintas lambat, akhirnya kita berhentikan. Setelah kita cek, tidak bisa menunjukkan legalitas untuk barang tersebut,” ujar AKP Shilton, di Polres Pandeglang, Selasa (03/01/22).

 

Berdasarkan hasil pengembangan dari kedua pelaku, polisi berhasil mengamankan pelaku lainnya, yakni JN di Kecamatan Sukaresmi.

 

AKP Shilton pun mengatakan, bahwa dari penangkapan JN, polisi berhasil mengamankan 4 ton Solar, yang disimpan di  gudang.

 

“Dilakukan penggeledahan tempat berupa gudang yang mana didapati BBM jenis Solar bersubsidi sebanyak 4 ton,” tambahnya.

 

Bersama jajarannya, AKP Shilton pun terus melanjutkan pencarian, dan berhasil menangkap pelaku lainnya yaitu RP, AS, DP, OM, CI, AJ dan EJ. Masing-masing diamankan di tempat berbeda, mulai dari Kec. Pagelaran, Sukaresmi hingga Panimbang.

 

Lagi-lagi polisi pun berhasil mengamankan 4 ton Solar yang disimpan di gudang daerah Serang, milik ST. Sekaligus menangkap pelaku lainnya, yakni BW dan AS.

 

“Dari situ kita lakukan pengembangan lagi ke daerah Serang, kita berhasil mengamankan 4 ton Solar. Jadi total semua ada 10 ton dengan 13 orang pelaku,” ungkapnya.

 

Atas perbuatannya tersebut, para pelaku dijerat Pasal 55 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2001, tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana telah diubah dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja Jo 55 KUHP.

 

“Diancam pindana paling lama 6 tahun dan denda 60 miliyar,” tutup AKP Shilton.

(Abdul)

Play Video
Play Video
Play Video

Bukan HOAX Share Yuk!!!

Bagikan berita kepada kerabat dan teman di chat atau sosial media!

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Artikel Terkait

PBB (OCHA): Tidak Ada Tempat Aman di Kota Gaza

BEENEWS.CO.ID – Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) telah mengungkapkan keprihatinan serius terkait situasi di Kota Gaza, menyatakan bahwa tidak ada tempat yang benar-benar aman

Berita Populer Bulan Ini

Ads Side Res 3 - Roti Syantek
graha pramuka
WhatsApp Image 2024-05-21 at 15.45.34
WhatsApp Image 2024-05-21 at 15.45.34
graha pramuka
graha
graha pelantaran
graha pelantaran
graha