Menu

Play Video

5 Fakta Kejadian Perampokan Rumah Dinas Walikota Blitar

BLITAR, BEENEWS.CO.ID – Perampokan yang terjadi di rumah dinas Walikota Blitar cukup mengejutkan semua pihak. Para pelaku perampokan terbilang sangat nekat mengingat lokasi sasaran perampokan bukan orang sembarangan.

 

Meskipun tidak ada korban dalam kejadian ini, namun tetap saja efek yang dirasakan para korban yang terdiri dari walikota dan istri beserta dengan Satpol PP yang sedang bertugas kala itu cukup membuat trauma.

 

Dari kejadian ini, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa aksi perampokan bisa terjadi pada semua pihak. Oleh karena itu dibutuhkan kewaspadaan terhadap segala hal agar tidak sampai terjadi kembali hal-hal yang tidak diinginkan.

 

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah rangkuman fakta-fakta dari kejadian perampokan di rumah dinas Walikota Blitar.

 

  1. Pelaku pakai mobil plat merah.

 

Penjaga pos memberikan keterangan bahwa perampok masuk dengan mobil berplat merah sekitar pukul 03.00-04.00 wib. Sehingga tidak dicurigai bahwa ternyata mobil itu dibawa oleh sekumpulan perampok.

 

“Mereka naik mobil berplat merah”, jelas Kapolres Blitar AKBP Argo Wiyono. Meski begitu, belum diketahui apakah plat merah yang digunakan para pelaku perampokan ketika masuk ke dalam rumah dinas Walikota Blitar ini asli atau palsu.

 

  1. Pelaku berhasil menerobos masuk lewat pintu samping.

 

Fakta terbaru dari perampokan rumah dinas Walikota Blitar ini adalah bahwa para perampok berhasil masuk melalui pintu samping kanan. Pintu gerbang samping itu biasanya dipakai untuk pintu masuk ke Gedung Kusumo Wicitro. Gedung tersebut adalah tempat yang sering dipakai untuk acara dinas Pemkot Blitar. Gedung ini terletak di samping rumah dinas Walikota Blitar.

 

  1. Pelaku menyekap walikota dan istri beserta 3 orang Satpol PP yang sedang berjaga.

 

Untuk melancarkan aksinya para pelaku perampokan menyekap Walikota dan Istri. Tidak hanya itu, mereka juga menyekap 3 orang Satpol PP yang kala itu sedang berjaga-jaga. Bahkan, untuk menghilangkan barang bukti dari aksi kejahatan para perampok ini, mereka mengambil dan merusak CCTV yang di pasang di rumah dinas Walikota Blitar. Hal ini membuat para perampok dengan leluasa mengambil barang berharga yang ada di kediaman tersebut.

 

  1. Pelaku mengancam dengan senjata tajam.

 

Kapolres Blitar AKBP Argo Wiyono mengungkapkan bahwa kawanan perampok ini mengancam korbannya untuk menunjukkan barang berharga mereka dengan senjata tajam (sajam) dan juga diduga menggunakan senjata api (senpi).

 

“Meski begitu, nantinya perlu didalami lebih lanjut untuk lebih jelasnya,” ungkap Argo.

 

Polisi masih kesulitan mengidentifikasi karena ketika korban disekap mereka dibawa ke ruangan yang minim cahaya.

 

  1. Uang 400 juta dan perhiasan raib dibawa perampok.

 

Dengan todongan senjata tajam, para perampok memaksa Wali Kota Santoso dan istri menunjukkan penyimpanan benda berharga.

 

“Barang yang hilang uang cash dan perhiasan bu wali (istri Wali Kota Blitar Santoso). Uang cash 400 juta,” terang Argowiyono.

(Jeni)

Play Video
Play Video
Play Video

Bukan HOAX Share Yuk!!!

Bagikan berita kepada kerabat dan teman di chat atau sosial media!

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Artikel Terkait

Satresnarkoba Polresta Sleman Sita 1 Kg Ganja

YOGYAKARTA, BEENEWS.CO.ID.- Peredaran narkotika golongan 1 jenis ganja berhasil dibongkar oleh Jajaran Satuan Narkotika Polresta Sleman.   Peredaran narkotika ini berasal dari  jaringan Gunungkidul, Sleman

Berita Populer Bulan Ini

Ads Side Res 3 - Roti Syantek
graha pramuka
WhatsApp Image 2024-05-21 at 15.45.34
WhatsApp Image 2024-05-21 at 15.45.34
graha pramuka
graha
graha pelantaran
graha pelantaran
graha